Tuesday, December 3, 2019

Apa Kelebihan VoLTE ?

       Jaringan 4G LTE saat ini merupakan generasi terbaru dari teknologi jaringan seluler yang dapat di rasakan di Indonesia. Jaringan 4G LTE memiliki kecepatan dan kualitas jaringan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Jaringan 4G LTE mulai diperkenalkan di Indonesia pada 2008 dengan mengembangkan WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Namun kemudian, teknologi LTE yang setara WiMAX lebih popular. Telkomsel pun menjadi operator pertama dalam komersialisasi teknologi 4G LTE ini. Kecepatan maksimum layanan di jaringan 4G mencapai 100 Mbps.
      Namun di samping beberapa kelebihan di atas, saya merasakan adanya kekurangan yaitu ketika kita mengaktifkan fitur 4G Only atau LTE Only pada smartphone maka kita tidak dapat menerima panggilan telepon atau sms. Mengapa demikian ? Karena memang pada umumnya jaringan 4G LTE belum support panggilan telepon dan sms. Hal tersebut akan sangat mengganggu ketika kita berada pada tempat yang kualitas sinyal 4G nya kurang stabil kemudian kita mengaktifkan fitur 4G Only.



       Nah untuk mengatasi masalah tersebut munculah teknologi VoLTE (Voice over LTE, layanan panggilan telepon dengan memanfaatkan jaringan 4G LTE). Sejauh yang saya ketahui, baru Smartfren saja yang merilis VoLTE bagi penggunanya. Itu pun tergantung pada perangkatnya, apakah memang sudah mendukung persyaratan teknis tertentu untuk bisa menikmati VoLTE ini, atau tidak. Adapun operator-operator lainnya masih dalam tahap uji coba.
       Bagaimana cara menikmati teknologi VOLTE? Berdasarkan yang saya baca di situs resmi Smartfren, syarat pertama yaitu menggunakan smartphone yang  mendukung LTE Band 5 dan /atau Band 40 dengan mode LTE Only. Kedua, menggunakan kartu Smartfren 4G LTE yang sudah mendukung VoLTE.
       Demikian artikel yang dapat saya bagikan berdasarkan sudut pandang saya terhadap teknologi VoLTE. Semoga dapat bermanfaat !!

Sumber: 
https://m.liputan6.com/tekno/read/2852375/tanya-tekno-pilih-4g-only-kenapa-tak-bisa-telepon-dan-sms

https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/yuk-mengenal-perbedaan-2g-3g-dan-4g

https://m.smartfren.com/id/volte/

Thursday, November 14, 2019

Ada Apa Dengan Frekuensi 2300 MHz?

       Beberapa waktu lalu, ketika saya berselancar di internet, saya merasa penasaran dengan beberapa artikel tentang sebuah frekuensi yang saya anggap unik. Mengapa saya katakan unik? Karena frekuensi ini menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan perbedaan kecepatan jaringan dari beberapa operator seluler di Indonesia. Untuk data mengenai barometer koneksi internet seluler di Indonesia bisa dilihat pada gambar dibawah.


Barometer Kecepatan Internet Seluler Indonesia


      Singkatnya, perbedaan kecepatan internet seluler diatas di akibatkan oleh perbedaan pita frekuensi masing-masing operator seluler di Indonesia. Setiap operator seluler memiliki hak eksklusif untuk menggunakan pita tersebut melalui Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio. Dan untuk mendapatkan hak tersebut, operator mendapatkannya melalui lelang pemakaian frekuensi yang diadakan oleh Pemerintah. Mengapa perlu lelang? Karena frekuensi merupakan Sumber Daya Terbatas yang dimiliki oleh negara. Contoh lelang pita frekuensi seluler baru-baru ini adalah lelang frekuensi 2,1 GHz yang dimenangkan oleh Indosat Ooredoo dan Hutchinson 3 Indonesia juga frekuensi 2,3 GHz yang dimenangkan oleh Telkomsel pada awal Quarter 4 (Q4) 2017 lalu.

       Adapun pita frekuensi yang dimiliki oleh operator seluler saat ini adalah sebagai berikut:
  • Telkomsel (total 135 MHz) dengan rincian:

  1. Band 1 (2100 MHz) sebesar 15 MHz FDD
  2. Band 3 (1800 MHz) sebesar 22,5 MHz FDD
  3. Band 8 (900 MHz) sebesar 15 MHz FDD
  4. Band 40 (2300 MHz) sebesar 30 MHz TDD

  • XL Axiata (total 90 MHz) dengan rincian:

  1. Band 1 (2100 MHz) sebesar 15 MHz FDD
  2. Band 3 (1800 MHz) sebesar 22,5 MHz FDD
  3. Band 8 (900 MHz) sebesar 7,5 MHz FDD

  • Indosat Ooredoo (total 95 MHz) dengan rincian:

  1. Band 1 (2100 MHz) sebesar 15 MHz FDD
  2. Band 3 (1800 MHz) sebesar 20 MHz FDD
  3. Band 8 (900 MHz) sebesar 12,5 MHz FDD

  • Smartfren (total 52 MHz) dengan rincian:

  1. Band 5 (850 MHz) sebesar 11 MHz FDD
  2. Band 40 (2300 MHz) sebesar 30 MHz TDD

  • Hutchinson 3 Indonesia (total 50 MHz) dengan rincian:

  1. Band 1 (2100 MHz) sebesar 15 MHz FDD
  2. Band 3 (1800 MHz) sebesar 10 MHz FDD

  • Bolt (total 30 MHz) dengan rincian:

  1. Band 40 (2300 MHz) sebesar 30 MHz TDD*

       FDD merupakan kepanjangan dari Frequency Division Duplexing. Mode FDD menggunakan frekuensi yang berbeda untuk melakukan unduhan dan unggahan pada waktu yang sama. 15 MHz FDD artinya terdapat 15 MHz untuk unduhan dan 15 MHz untuk unggahan (total 30 MHz).
TDD merupakan kepanjangan dari Time Division Duplexing. Mode TDD menggunakan frekuensi yang sama untuk melakukan unduhan dan unggahan namun pada waktu yang berbeda.

       Terdapat keunggulan yang berbeda ketika memakai mode FDD dan TDD. Misalkan untuk mode FDD keunggulannya adalah kecepatan unduh dan unggah hampir sama karena mempunyai bandwidth yang sama besar. Mode ini pun juga banyak dipakai oleh operator seluler karena bisa berpindah dari teknologi 4G LTE ke teknologi yang lebih rendah misalkan 3G (Indonesia menganut sistem 3G FDD saja sehingga tidak dimungkinkan untuk berpindah langsung dari 4G TDD ke 3G FDD). Mode TDD di sisi lain mempunyai keunggulan yaitu besarnya bandwidth untuk unduh dan unggah yang asimetris (bisa mendapatkan kecepatan unduh yang lebih besar).

       Hal yang dapat saya simpulkan berdasarkan data di atas adalah frekuensi 2300 MHz memiliki bandwidth paling lebar di antara beberapa frekuensi yang lain yaitu 30 MHz. Selain itu, hanya frekuensi 2300 MHz yang menggunakan Time Division Duplexing dimana mode ini dapat disesuaikan antara kecepatan unduh ataupun unggah yang lebih besar. Berbeda dengan mode FDD yang kecepatan unduh dan unggahnya bersifat simetris.

    Sekian artikel yang dapat saya bagikan, saya hanya berusaha membuat pandangan sendiri mengenai frekuensi 2300 Mhz. Terimakasih, semoga bermanfaat.